EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMs (DRPs) PADA PASIEN PENDERITA TUBERCULOSIS (TBC) DI BALAI KESEHATAN MASYARAKAT PATI

Authors

  • Heni Setyoningsih Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
  • Aprillia Puspitasari Tunggadewi Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
  • Annis Rahmawaty Institut Teknologi Kesehatan Cendekia Utama Kudus
  • Melisa Okta Lusyana
  • Mera Putri Pratitis

DOI:

https://doi.org/10.51225/jps.v9i2.145

Keywords:

Drug Related Problems (DRPs), MARS, Mycobacterium tuberculosis, Tuberkulosis, Drug Related Problems (DRPs), MARS, Mycobacterium tuberculosis, Tuberkulosis

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Pengobatan pasien tuberkulosis terbilang cukup lama dengan jumlah terapi obat yang cukup banyak sehingga menimbulkan kejadian Drug Related Problems (DRPs). Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kejadian DRPs kategori pemilihan obat, pemilihan dosis, durasi pengobatan, kepatuhan pasien penderita Tuberkulosis (TBC), dan hubungan antara jumlah obat dan kepatuhan minum obat pada pasien. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif non-eksperimental dengan metode observasional. Data dikumpulkan secara prospektif menggunakan teknik pengambilan sampel secara total sampling, dan kuesioner Medication Adherence Rating Scale (MARS) untuk mengetahui tingkat kepatuhan penggunaan obat pada pasien TBC di Balai Kesehatan Masyarakat Pati. Data diperoleh 62 pasien (100%) tidak mengalami kejadian DRPs kategori pemilihan obat dan dosis, serta durasi pengobatan. DRPs kategori kepatuhan tergolong tinggi dengan persentase 82% (51 pasien), dan tergolong sedang dengan persentase 18% (11 pasien). Hasil analisa statistik menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara jumlah obat dengan kepatuhan minum obat pada pasien dengan nilai signifikan p-value 0,182. Evaluasi kejadian DRPs menunjukkan tidak terdapat kejadian DRPs kategori pemilihan obat, pemilihan dosis, durasi pengobatan, kepatuhan pasien penderita pada Bulan Maret 2025 serta tidak terdapat hubungan antara jumlah obat dengan kepatuhan minum obat pada pasien TBC.

References

Addisu, Y., Birhanu, Z., Tilahun, D., & Assefa, T. (2014). Prerdictors of treatment seeking intention among people with cough in east wollega, Ethiopia based on the theory of planned behavior: A Community Based Cross-Sectional Study. Ethiop J Heal Sci, 24(2):131-8.

Afwansyah, M. & Dania, H. (2022). Tingkat kepatuhan penggunaan obat anti tuberkulosis paru di rumah sakit pku muhammadiyah bantul menggunakan metode pill-count dan MARS. Jurnal Farmasi Sains, 9(1).

Amirah D. A., L. (2018). Hubungan pmo dengan keberhasilan pengobatan tuberkulosis paru di puskesmas tarogong garut. Jurnal Kesehatan Keperawatan, 18(2), 178- 184.

Apriliyanti, N., Maifitrianti, Tuti, W., (2024). Hubungan antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan penggunaan obat pada pasien tuberkulosis di salah satu puskesmas di Jakarta Pusat, Pharmaceutical and Biomedical Science. Volume 6(1), 2024, 55-62

DiPiro, J. T., Yee, G. C., Posey, L. M., Haines, S. T., Nolin, T. D., & Ellingrod, V. (2020). Pharmacotherapy: a pathophysiologic approach (11th ed., Vol. 1). United States: McGraw-Hill Publishing.

Dotulong, J. F. J., Sapulete, M. R., & Kandou, G. D. (2015). Hubungan faktor risiko umur, jenis kelamin dan kepadatan hunian dengan kejadian penyakit TB paru di Desa Wori Kecamatan Wori. Jurnal Kedokteran Komunitas Dan Tropik, 3(2), 57–65.

Fauzia, D. W., Mulyani, E., & Yanti, S. (2014). Evaluasi rasionalitas penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) di salah satu rumah sakit di Bengkulu periode 2021. Jurnal Farmasi Malahayati, 5(2), 203–209.

Feist, J., & Feist, G. J. (2014). Theories of Personality.Selamba Humanika, Jakarta.

Fortuna, T., A., Rachmawaty, H., Hasmono, D., & Karuniawati, H. (2022). Studi Penggunaan obat anti tuberkulosis (OAT) tahap lanjutan pada pasien baru BTA positif. Pharmacon: Jurnal Farmasi Indonesia, 19(1).

Fraga, A. D. S. S., Oktavia, N., & Mulia, R. A. (2021). Evaluasi penggunaan obat anti tuberkulosis pasien baru tuberkulosis paru di puskesmas Oebobo Kupang. Jurnal Farmagazine, 8(1), 17.

Hendra, G. A., Monica, E., & Yossy, H. I. (2021). Risk assessment of adverse drug reactions in elderly patients with chronic diseases. Jurnal Kesehatan Dr. Soebandi, 9(2), 149-155.

Ismaya, N. A., Andriati, R., Ratnaningtyas, T. O., & Tafdhiilah, F. (2021). Rasionalitas obat anti tuberkulosis pada pasien TB paru rawat inap di rumah sakit umum Kota Tangerang Selatan. Edu Masda Journal, 5(2), 125–135.

Janan, M. (2019). Faktor-faktor risiko yang berhubungan dengan peningkatan prevalensi kejadian TB MDR di kabupaten brebes tahun 2011-2017. Jurnal Kebijakan Kesehatan Indonesia, 08(02):64-70.

Karuniawati, H., Putra, O.N., & Wikantyasning, E.R. (2019). Impact of pharmacist counseling and leaflet on the adherence of pulmonary tuberculosis patients in lungs hospital in Indonesia. Indian Journal of Tuberculosis, 66: 364–369.

Kemenkes RI. (2014). Pedoman nasional pengendalian tuberkulosis. Jakarta: Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. Kementerian Kesehatan Ri, Jakarta.

Kementerian Kesehatan RI. 2018. InfoDatin Tuberculosis. Kementeri Kesehatan RI, Jakarta.

Kemenkes RI. (2019). Pedoman nasional pelayanan kedokteran tata laksana tuberkulosis. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Kemenkes RI. (2022). Tatalaksana tuberkulosis: Pedoman Nasional Pelayanan. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Khotimah & Sutrisna. (2023). Identifikasi drug related problems (DRPs) pengobatan tuberkulosis tahap intensif pada pasien geriatri di RSUP surakarta. Jurnal Ilmiah Kefarmasian, 8(3).

Lu, Y., Xu, J., Zhao, W., Han, H.R. (2015). Measuring self-care in persons with type 2 diabetes: A Sistematyc Review. Evalution & the Health Professions, 1-54.

Luntungan, P., Tjitrosantoso, H. & Yamlean, P. V. Y. (2016). Potensi drug related (DRPs) pada pasien gagal ginjal di rawat inap RSUP Prof.DR.R.D. kandau manado. Pharmacon Jurnal Ilmiah Farmasi, 5(3).

Melani, T., & Cahyati, W., H. (2019). Karekteristik penderita, efek samping obat, dan putus berobat tuberkulosis paru. Higeia Journal of Public Health Research and Development, 3(2): 227-238.

Naftali, A. V., Al Farizi, G. R., & Ovikariani, O. (2022). Studi pola penggunaan obat anti tuberkulosis pada pasien tuberkulosis paru. Jurnal Surya Medika, 8(1), 161–167.

Permenkes RI. (2021). Peraturan menteri kesehatan republik indonesia Nomor 67 tahun 2021 tentang penanggulangan tuberkulosis. Pemerintah Republik Indonesia. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta.

Pharmaceutical Care Network Europe. 2020. Classification for Drug Related Problems. The PCNE V.91, 1-0.

Qiyaam, N., Furqani, N., & Hartanti, D. J. P. (2020). Evaluasi penggunaan obat antituberkulosis (OAT) pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Kediri Lombok Barat tahun 2018. Jurnal Ilmu Kefarmasian, 1(1), 1-7.

Shalansky, S. J. Levy, A.R. (2002). Effect of number of medications on cardiovascular therapy adherence. Ann Pharmacother, 36:1532–9.

Sinulingga, A. S., Boru Situmorang, N. dan Gabena Siregar, M. (2021). Evaluasi penggunaan obat antituberkulosis (OAT) pada pasien TB paru. Jurnal Farmasimed (Jfm), 3(2):69-73.

Surani, I., Novita, & Ulfa, A. M. (2022). Evaluasi rasionalitas penggunaan obat antituberkulosis pada pasien tuberkulosis paru di Puskesmas Sriwijaya Kabupaten Lampung Tengah. Jurnal Ilmu Kedokteran Dan Kesehatan, 9(4), 1167–1177.

Tuegeh., F, F., Pareta, N., & Tumbel, S. L. (2020). Analisis drug related problems (DRPs) pada pasien tuberkulosis di rawat inap rumah sakit tipe C noongan. Jurnal Biofarmasetikal Tropis, 3(1).

WHO. (2022). Global tuberculosis report 2020. World Health Organization, Geneva.

WHO. 2023. Global tuberculosis report 2023. World Health Organization, Geneva.

Yusuf, U., Yulianto, F. A., dan Triyani, Y. (2015). Angka kejadian dan karakteristik pasien TB laten pada anggota keluarga pasien TB aktif di Rumah Sakit Pendidikan Undap Periode 2014. Penelitian Sivitas Akademika Unisba (Kesehatan). Skripsi, Universitas Islam Bandung, Jawa Barat.

Downloads

Published

2026-04-01

How to Cite

Setyoningsih, H., Tunggadewi, A. P. ., Rahmawaty, A. ., Lusyana, M. O. ., & Pratitis, M. P. . (2026). EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMs (DRPs) PADA PASIEN PENDERITA TUBERCULOSIS (TBC) DI BALAI KESEHATAN MASYARAKAT PATI. Journal Pharma Saintika, 9(2), 146–159. https://doi.org/10.51225/jps.v9i2.145